Juli 14, 2026
WhatsApp Image 2024-08-08 at 17.07.13 (1)

Pada hari Rabu tanggal 7 Agustus 2024 sekira pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Pasaman Barat diadakan Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran dalam Masyarakat (PAKEM) bersama Tim PAKEM Kabupaten Pasaman Barat, Ketua MUI, seluruh Camat dan seluruh Ketua KUA se-Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat untuk mengantisipasi munculnya aliran sesat di tengah masyarakat.

“Upaya pengawasan kita salah satunya dengan mengadakan rapat koordinasi dengan lintas sektoral untuk mengumpulkan informasi di tengah masyarakat agar bisa diantisipasi sejak dini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, selaku Ketua Tim PAKEM Kab. Pasaman Barat.

Ia mengatakan pengawasan yang dilakukan oleh Tim PAKEM merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat melakukan ibadah sesuai agama yang diakui negara dan kita patut bersyukur hidup di negara Indonesia yang membebaskan masyarakat untuk menganut agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing tanpa ada paksaan.

Perkembangan teknologi dan informasi memberikan dampak positif dan juga tantangan dalam pengawasan aliran kepercayaan.

“Kita ingin kerukunan beragama berjalan dengan baik sesuai agama yang diakui oleh negara. Kita ingin menjamin masyarakat beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Namun aliran kepercayaan dan aliran agama yang tidak diakuilah yang perlu diawasi,” katanya.

“Marilah kita saling bergandeng tangan bersatu mengawasi aliran-aliran yang ada di Pasaman Barat, jangan sampai terjadi penistaan agama dan penyimpangan-penyimpangan lainnya. Guna kita melaksanakan rapat koordinasi PAKEM yaitu untuk mengawsi aliran kepercayaan masyarakat sehingga dapat menimbulkan suasana yang aman, damai, tentram dan sejahtera.” sebutnya.

Rapat koordinasi Tim Pakem Pasaman Barat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Pakem Hendri S yang dihadiri oleh Camat Se-Pasaman Barat, Ketua MUI, Ketua KUA Se-Kabupaten Pasaman Barat, Kementrian Agama, Kesbangpol, TNI, Polri, Binda Sumbar, Forum Komunikasi Umat Beragama Pasaman Barat.

Dalam pertemuan itu diperoleh informasi masih ada ditemukan kelompok yang hingga saat ini menjalankan kegiatan keagamaan secara tertutup.

Masih ada kelompok Jamiatul Islamiah di Air Bangis, aliran baha’i dan satu kelompok jamaah di Kecamatan Pasaman namun tidak melakukan kegiatan secara terbuka.

“Dari informasi diperoleh belum ada masyarakat yang merasa terganggu dengan kebedaraan aliran itu. Namun akan kita pantau terus agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat,” kata Hendri S.

Musuh kita bukan orang yang berbeda, musuh kita adalah orang yang mengaku beragama tetapi tidak mengakui agama yang diakui di negara kita, dan orang yang tidak beragama juga merupakan musuh kita karena Indonesia adalah Negara Ketuhanan yang wajib memeluk salah satu agama yang diakui di Negara Indonesia.

07 Agustus 2024,
Tim Humas Kejari Pasaman Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *